Oleh:dr.FatitaRestuHermawan
Puskesmas Drajat terus berkomitmen menekan angka stunting di wilayah kerjanya melalui berbagai langkah preventif dan promotif. Salah satu upaya nyata yang baru saja dilaksanakan adalah kegiatan Edukasi dan Sosialisasi Pencegahan Stunting yang menyasar langsung para orang tua dengan balita stunting di wilayah RW 07 Tanah Baru. Kegiatan yang berlangsung interaktif ini tidak hanya bertujuan memberikan informasi, tetapi juga mengukur sejauh mana pemahaman masyarakat sebelum dan sesudah intervensi dilakukan.
FokuspadaPolaAsuh,Nutrisi,danSanitasi
Dalam sesi edukasi ini, dokter internship yang bertugas di Puskesmas Drajat menyampaikan materi-materi krusial yang menjadi pilar utama pencegahan stunting, antara lain:
●Apa Itu Stunting: Menjelaskan mengenai definisi,penyebab,caramencegah,dantatalaksana stunting.
●Pentingnya Protein Hewani: Menekankan pemberian MPASI yangkayaakanproteinhewani (seperti telur, ikan, dan ayam) untuk mengoptimalkan pertumbuhan tinggi badan anak.
●PolaAsuhdanResponsiveFeeding:Bagaimanamenciptakansuasanamakanyang menyenangkan tanpa paksaan agar nutrisi anak terpenuhi.
●Sanitasi Lingkungan: Keterkaitan antarakebersihanair,cucitanganpakaisabun(CTPS),dan pencegahan infeksi berulang yang dapat memicu stunting.
MengukurEfektivitas:HasilPre-TestdanPost-TestMenjanjikan
Untuk memastikan bahwa pesan edukasi tersampaikan dengan baik dan tidak sekadar menjadi formalitas,dokterinternshipPuskesmasDrajatmenerapkanmetodeevaluasi.Paraorang tua diminta mengisi lembar pertanyaan pre-test sebelum pemaparan materi dimulai, yang kemudian dibandingkan dengan hasil post-test setelah seluruh rangkaian edukasi selesai diberikan.
Hasil analisis data dari lembar evaluasi tersebut menunjukkan tren perkembangan yang sangat positif. Pada sesi awal (pre-test), mayoritas tingkat pengetahuan orang tua mengenai stunting terpantau masih berada dalam kategori kurang hingga cukup. Selain itu, masih banyak peserta yang memiliki persepsi keliru terkait komposisi MPASI, di mana porsi sayur dianggap jauh lebih penting dibandingkan protein hewani dalam mencegah kekerdilan pada anak.
Namun, pemandangan yang jauh berbeda terlihat pada hasil setelah edukasi (post-test). Nilairata-rataparaorangtuamengalamilonjakanyangcukupsignifikandanmasukkedalam kategori baik. Pemahaman peserta mengenai peran krusial protein hewani juga berubah total; mereka kini memahami dengan jelas bahwa bahan pangan seperti telur, ikan, dan ayam merupakan kunci utama yang harus diprioritaskan dalam piring makan balita untuk mengejar ketertinggalan tumbuh kembangnya. Kenaikan skor yang merata ini menjadi bukti nyata bahwa materi yang disampaikan oleh tim Puskesmas tidak hanya didengarkan, tetapi juga diserap dengan sangat baik oleh warga.
LangkahStrategisPasca-Edukasi
Puskesmas Drajat menyadari bahwa peningkatan pengetahuan di atas kertas barulah langkah awal. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana mempraktikkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, tindak lanjut yang akan dilakukan meliputi:
●PemberianBukuCatatanMakananHarianku:Orangtuamencatatmakananapasajayang dimakan oleh balitanya sehari-hari.
●PemberianMakananTambahan(PMT):MelanjutkandistribusiPMTyangkayaproteinhewani bagi balita stunting yang membutuhkan intervensi khusus.
●Evaluasi Antropometri Berkala: Pengukuran tinggi badan dan berat badan balita akan terusdipantau setiap bulan guna melihat progres nyata dari intervensi gizi ini.
Melalui sinergi yang kuat antara petugas kesehatan, kader, dan kesadaran orang tua di RW 07 Tanah Baru, Puskesmas Drajat optimistargetpenurunanangkastuntingdiwilayahKotaCirebon dapat tercapai secara optimal.
Mari Bersama-Sama Cegah Stunting, Karena Anak Sehat Adalah Investasi Masa Depan Bangsa!
“Program MAKAN CERDAS merupakan inovasi yang dikembangkan saat pelaksanaan internship dokter di Puskesmas Drajat dan diharapkan dapat terus berlanjut dengan dukungan pimpinan serta tindak lanjut program terkait sebagai upaya meningkatkan pemantauan gizi anak dan pencegahan stunting.”