STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA

Struktur Organisasi dan Tata Kerja

GambarPuskesmas Drajat menerapkan Struktur Organisasi dan Tata Hubungan Kerja (SOTK) berbasis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) guna meningkatkan kualitas layanan yang komprehensif, berkesinambungan, dan terintegrasi bagi masyarakat.

Kepemimpinan

Puskesmas Drajat dipimpin oleh:
Kepala Puskesmas:
dr. Hj. Ajizah Pressy

Sebagai pimpinan, Kepala Puskesmas bertanggung jawab dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, serta evaluasi seluruh kegiatan pelayanan kesehatan.


Struktur Organisasi

1. Tata Usaha / Manajemen (Klaster 1)

Penanggung Jawab: Hj. Nurani, S.KM., M.K.M.

Membidangi pengelolaan administrasi dan manajemen puskesmas, meliputi:

  • Manajemen inti
  • Ketatausahaan
  • Sumber daya manusia (SDM)
  • Sarana dan prasarana
  • Mutu pelayanan
  • Keuangan dan aset/BMD
  • Sistem informasi digital
  • Jejaring dan kemitraan
  • Pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan

2. Klaster Kesehatan Ibu dan Anak (Klaster 2)

Penanggung Jawab: dr. Arina Sabila Marulina Lubis

Pelayanan yang berfokus pada:

  • Kesehatan ibu hamil, bersalin, dan nifas
  • Kesehatan bayi, balita, dan anak prasekolah
  • Kesehatan anak usia sekolah dan remaja

3. Klaster Kesehatan Dewasa dan Lansia (Klaster 3)

Penanggung Jawab: dr. Tita Nurvita Imaniah

Melaksanakan pelayanan kesehatan untuk:

  • Kesehatan usia dewasa
  • Kesehatan lanjut usia (lansia)

4. Klaster Penanggulangan Penyakit Menular dan Kesehatan Lingkungan (Klaster 4)

Penanggung Jawab: Intan Nurfatihah, S.KM.

Mencakup kegiatan:

  • Kesehatan lingkungan
  • Surveilans dan respon penyakit
  • Pencegahan dan pengendalian penyakit menular

5. Lintas Klaster (Pelayanan Penunjang dan Rujukan)

Penanggung Jawab: drg. Nita Nuristian

Meliputi pelayanan:

  • Kesehatan gigi dan mulut
  • Gawat darurat
  • Kefarmasian
  • Laboratorium kesehatan masyarakat
  • Konseling terpadu

Tata Hubungan Kerja

Dalam pelaksanaan tugasnya, seluruh unit di Puskesmas Drajat menerapkan prinsip:

  • Koordinasi antar klaster dan unit pelayanan
  • Integrasi layanan berbasis siklus hidup
  • Kolaborasi lintas program dan lintas sektor
  • Efektivitas dan efisiensi pelayanan
  • Akuntabilitas dan transparansi

Setiap klaster bekerja secara terpadu untuk memastikan pelayanan kesehatan yang holistik dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


Tujuan Penerapan SOTK ILP

  • Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan primer
  • Memperkuat integrasi layanan antar program
  • Mempermudah koordinasi dan alur kerja
  • Meningkatkan kepuasan dan keselamatan pasien
  • Mendukung pencapaian indikator kesehatan masyarakat
Bagikan ke